Pria dan Wanita Perlu Skill Multitasking dalam Bekerja

Multitasking merupakan sesuatu yang tidak asing bagi kita. Multitasking biasanya identik dengan wanita, sedangkan pria biasanya dianggap memiliki skill multitasking yang lebih rendah dibandingkan wanita. Pada kenyataannya, di dunia kerja skill multitasking ini diperlukan baik oleh wanita maupun pria sehingga skill multitasking harus kita asah sejak dini.

Hanya wanita yang memiliki skill multitasking?

  • Pria dan wanita memiliki skill multitasking yang sama berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Leah Ruppanner, Profesor bidang sosiologi di University of Melbourne.
  • Penelitian yang dilakukan menyatakan bahwa kemampuan multitasking antara pria dan wanita itu sama, namun berdasarkan penelitian, wanita didapati lebih unggul mengenai kebersihan dibandingkan dengan pria.

Mengapa multitasking diperlukan dalam dunia kerja?

  1. Meningkatkan produktivitas, karena dalam jam kerja yang sama, pekerjaan yang dilakukan lebih beragam
  2. Mengembangkan kemampuan dalam mengatasi kesibukan kerja
  3. Melatih tanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan
  4. Melatih diri untuk mengatasi berbagai gangguan dalam menyelesaikan pekerjaan
  5. Membantu kita menyelesaikan berbagai pekerjaan walaupun pencapaiannya sedikit demi sedikit.

Kelemahan dari melakukan multitasking

  1. Memperlambat penyelesaian sebuah tugas
  2. Menjadi stress akibat banyaknya pekerjaan yang dilakukan
  3. Otak memerlukan waktu untuk dapat berpindah dari satu tugas ke tugas lainnya dalam waktu bersamaan

Kunci agar kita mampu melakukan multitasking

  1. Menyusun prioritas dalam menyelesaikan pekerjaan, membuat patokan waktu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, lalu mengelompokkan pekerjaan mana yang dapat dilakukan bersamaan
  2. Belajar fokus dalam menyelesaikan suatu pekerjaan
  3. Memberikan diri kita istirahat dalam melakukan pekerjaan

Jadi, kesimpulan yang dapat diambil adalah skill multitasking haruslah diasah sejak dini untuk mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia keja yang pastinya lebih sibuk dan berat lagi daripada dunia perkuliahan. Namun, berdasarkan teori dan penelitian yang telah dilakukan, multitasking juga memiliki dampak negatif,  maka dari itu skill multitasking disarankan untuk diaplikasikan dalam tugas yang memiliki prioritas yang lebih rendah menurut pribadi masing-masing.

 

Daftar pustaka

Anderson JR. Perspectives on Learning and Memory. 1999. In Anderson JR.eds. Learning and Memory: an integrated approach, 2nd ed. USA: John Wiley and Sons, Inc.

Meyer, D. E. & Kieras, D. E. (1997a). A computational theory of executive cognitive processes and multiple-task performance: Part 1. Basic mechanisms. Psychological Review, 104, 3-65.

Monsell, S., Yeung, N., & Azuma, R. (2000). Reconfiguration of task-set: Is it easier to switch to the weaker task? Psychological Research, 63, 250-264.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *